Connect with us

Sekolahku

Tidak Dapat Bantuan Rehab DAK, SDN 4 Bayongbong Terima Bantuan CSR BUMN PT. SMI

Published

on

GARUT, EKSKUL NEWS – Kondisi bangunan ruang kelas SDN 4 Bayongbong Kabupaten Garut sangat memprihatinkan. Selain dua bangunan yang masih beratapkan asbes dan berlantai tanah, satu bangunan ruang kelas mengalami ambruk pada rabu, 30 januari 2019 lalu. Sehingga praktis, pembelajaran siswa hanya mengandalkan dua ruang kelas yang layak, dari enam lokal yang dimiliki.

Kepala Seksi Sarana Prasarana SD, Ma’mun Gunawan yang dihubungi media melalui sambungan seluler mengatakan bahwa dengan pola penetapan usulan DAK yang berbasis sistem informasi perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi dalam aplikasi KRISNA, memang kami sulit untuk mengatasi kondisi kerusakan ruang kelas SDN 4 Bayongbong melalui bantuan DAK tahun 2019, karena SD tersebut sejak awal usulannya adalah pembangunan jamban.

“Namun begitu, kami tetap berupaya agar kerusakan ruang kelas SDN 4 Bayongbong dapat teratasi ditahun ini, tentunya dengan upaya-upaya alternatip penggalian sumber dana diluar anggaran pemerintah yang selama ini ada baik APBD Kab, APBD Provinsi maupun APBN (DAK). Kami tidak pernah memandang jumlah siswa sebagai ukuran dalam meningkatkan sarana prasarana sekolah, sebab berapapun jumlah siswanya, setiap sekolah harus memenuhi delapan standar pendidikan, salah satunya adalah standar sarana prasarana”, ujar Ma’mun.

Lebih lanjut Ma’mun menjelaskan, saat ini upaya mengatasi kerusakan ruang kelas SDN 4 Bayongbong sudah mulai memperlihatkan hasil positip. Yaitu dengan bersedianya salah satu BUMN untuk mengucurkan bantuan dana coorporate social responsibility (CSR), yaitu dari PT. Sarana Multi Infrastruktur sebesar 180 juta. PT SMI merupakan salah satu BUMN yang bergerak dibidang pembangunan infrastruktur.

“Alhamdulillah, melalui proses yang tidak mudah dan cukup panjang, dari sejak pengusulan proposal, koordinasi, komunikasi dan lobi-lobi, akhirnya ada BUMN, yaitu PT SMI yang bersedia membantu dengan dana CSR. Hari selasa (16/07) Kepala SDN 4 Bayongbong sudah menandatangani MoU, tinggal menunggu pencairan dalam satu dua minggu ini”, terang Ma’mun.

Ma’mun berharap, agar dengan dana yang disediakan PT SMI, pihak sekolah bersama komite dan masyarakat dapat menuntaskan kerusakan ruang kelas sesuai dengan hasil pembicaraan bersama PT SMI saat survey bulan juni 2019 yang lalu.

Laporan : Asep/Humas

608 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Bagikan :
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eight + eighteen =

Tren