Connect with us

Organisasi

Jalur Protokol Sukabumi jadi Kendala Sistem Zonasi PPDB

Published

on

Kepala Dinas Pendidikan, Muhammad Sholihin saat diwawancarai oleh Ekskul News di Hotel Pangrango, Senin (24/6).

SUKABUMI, EKSKUL NEWS – Sistem zonasi PPDB dengan tujuan agar semua pendidikan merata baik swasta maupun negeri. Orang tua siswa agar percaya terhadap sistem tersebut sulit serta meyakinkan setiap sekolah mempunyai kualitas pendidikan sama.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Muhammad Solihin menekankan orang tua siswa agar percaya terhadap sistem zonasi dalam PPDB sulit apalagi meyakinkan bahwa setiap sekolah itu mempunyai kualitas pendidikan yang sama.

“Memang sulit,” tuturnya saat ditemui usai acara pisah sambut di Hotel Pangrango,” Senin (24/6).

Masih kata Sholihin, menurutnya pemerintah pusat mengeluarkan sistem zonasi dengan tujuan agar semua pendidikan merata baik swasta maupun negeri. Jangan sampai di depan ada sekolah. Tapi anak malah keluar sekolah itu.

“Tetapi kan standar minimalnya berbeda. Jadi kalau sudah sama mah mungkin tidak akan begitu rame sistem zonasi itu,” ucapnya.

Sebenarnya, menurut Sholihin permasalahan sistem  zonasi di Sukabumi hanya terdapat di jalur Protokol saja.

“Di Sukabumi kendalanya di jalur protokol seperti Sukaraja satu, Cisaat satu,  Cicurug satu, Sukaraja satu, dan Cibadak satu. Yang lainnya tidak ada masalah,” katanya.

Saat ditekankan tindakan dari Dinas Pendidikan itu sendiri dalam menangani permasalahan tersebut, Sholihin menjawab bahwa sosilisasi sudah dilaksanakan, bahkan mereka pun sudah paham.

“Jangan memaksakan sekolah ke sekolah terasebut. Kecuali ada prestasi. Dan itu pun tidak boleh dari 5 persen. Namun sekarang ada perubahan dari Permendikbud sudah berubah menjadi 15 persen,” jelasnya.

Sehingga pihaknya menekankan setiap sekolah yang tersebar di Kabupaten Sukabumi untuk mengedepankan siswa-siswi di wilayahnya.

“Intinya zonasi ini mengharapkan sekolah. Jangan sampai ada peserta didik yang dekat sekolah tidak tertampung. Karena nantinya ranking rute atau jarak,” ungkapnya.

Lanjur Sholihin, semisal siswa SMP Negeri Cisaat terdapat 200 orang, di rangkingnya dari mulai jarak terdekat hingga terjauh. Baru sekian persennya masuk siswa dari luar yang berprestasi.

“Sekarang kan PPDB sudah keluar perbupnya. Dan karena memang nasional juga sistem Zonasi. Sukabumi kan zonasinya tidak perkecamatan. Tapi gabungan dari beberapa kecamatan,” pungkasnya.

Laporan : Dev/BA

1,124 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Bagikan :
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × 4 =

Tren