Connect with us

Kegiatan

Stabilkan Harga Pasar, DKP Kab. Bogor Gelar Pangan Murah di Karadenan

Published

on

BOGOR, EKSKUL NEWS – Bertempat di halaman kantor Kelurahan Karadenan Kecamatan Cibinong pukul 08.00 WIB, ratusan warga Karadenan berkumpul di halaman kantor Kelurahan Karadenan guna menghadiri acara bazar pasar murah yang bertema “Operasi Pasar Bawang Putih” yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor bekerja sama dengan Toko Tani Indonesia (TTI) Kabupaten Bogor yang dihadiri oleh Bupati Kabupaten Bogor Hj. Ade Munawaroh Yasin, Kepala Dinas DKP Kabupaten Bogor H. Soetrisno, Camat Cibinong H. Bambang W tawekal, Lurah Karadenan Adhi Nugraha, dan staf jajaran dari masing-masing dinas terkait, Selasa (14/5).

Dalam acara operasi pasar tersebut dijual beberapa komoditi pangan, diantaranya harga bawang putih di awal Ramadhan yang sempat melonjak harganya di kisaran Rp.70.000/kg. Dalam acara tersebut hanya dijual Rp.28.000/kg yang disediakan sebanyak 1 ton. Tak hanya itu, komoditi lainnya berupa beras putih, bawang merah, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, cabai, dan lainnya ikut dijual murah dari harga pasaran saat ini. Turunnya harga bahan pokok ini mulai dari 20%, 30%, hingga 50%. Sumber komoditas pangan yang dijual berasal dari kerja sama DKP dibantu Bulog dan Kemendag.

“Ini namanya operasi pasar ya. Tujuannya supaya harga pasar tidak terlalu tinggi, jika tinggi masyarakat tidak mampu untuk beli. Makannya kita bantu dengan operasi pasar agar harga stabil kembali,”ungkap Bupati Bogor, Ade Yasin.

Ade berharap harga-harga di pasar tidak naik jika sering diadakan operasi pasar.

“Mereka juga takut kalau dinaikkan, sehingga barang mereka lebih banyak beli di sini,” katanya.

Kgiatan yang sama, lanjut Ade, akan diadakan di beberapa wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor dengan target beberapa titik setiap kecamatan di mana daerah-daerah tersebut membutuhkan untuk penstabilan harga.

Ketua paguyuban RT dan RW Kelurahan Karadenan Emuh Muhammad dan beberapa warga yang membeli mengungkapkan, kegiatan tersebut sangat membantu dan bermanfaat untuk masyarakat.

“Saya berharap jangan hanya ada di bulan puasa saja, tapi di bulan lainnya juga, agar harga tetap stabil dan bisa dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.

Saat ditemui Ekskul News, Soetrisno menyampaikan, tujuan diadakannya operasi pasar adalah untuk menstabilkan harga yang terlalu tinggi dan masyarakat tidak terbebani dengan harga pangan yang melonjak.

“Saya menghimbau kepada masyarakat kalau beli daging ayam atau sapi jangan beli di tempat-tempat di luar los yang telah disediakan, seperti jualan di pinggir jalan, di tengah malam, dan sinarnya remang-remang. Karena biasanya itu banyak menjual ayam tiren, ayam gelonggongan, ayam diwarnai, bahkan daging juga dikhawatirkan yang dicampur dengan daging celeng ataupun daging basi yang dikasih pemutih sehingga cerah lagi,” pungkasnya.

Laporan : Acep Sanusi

961 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Bagikan :

Tren