Connect with us

Prestasi

Keren, Siswi SMAN 1 Cigombong Bisa Ekspresikan Empat Karakter Tokoh Pewayangan

Published

on

BOGOR, EKSKUL NEWS – Siapa yang tidak kenal dengan Atta Halilintar youtubers subscribernya terbanyak se-Asia, sudah tak asing kata yang selalu ia ucapkan diakun youtubenya “Asiaap” kata yang lagi viral dan ditiru oleh banyak anak-anak milenial saat ini, menurut sebagian kalangan mereka itu keren and gaul, Dan siapa yang tidak kenal dengan Ria Ricis seorang youtuber, rame, pede abis, Gacor (Gaul Curcor) adik dari artis terkenal pemain Film Ketika Cinta Bertasbih Oky Setianadewi yang subscribernya tembus hingga 10 juta. Hingga keduanya mendapatkan hadiah Diamond Play. Ahay tidak kalah kerennya sih, namun ia memang bukan seorang youtubers. Namanya Laila Septiani Anjani siswa SMA Negeri 1 Cigombong kelahiran 19 September 2001 yang memiliki bakat bermain teater dan mampu mengekspresikan empat tokoh pewayangan. Saat diminta menunjukan kemampuannya didepan kamera ia tidak canggung menunjukan cabang lomba monolog yang pernah diikutinya pada ajang FLS2N tingkat Kabupaten Bogor tahun 2019, pada kesempatan tersebut dirinya meraih juara ke satu. Sahabat ekskulnews jika ingin mengetahui kemampuan Septiani saat mengekspresikan atau menirukan empat karakter tokoh pewayangan, kalian bisa lihat di Channel EkskulTV videonya live streaming ada disini tinggal di klik alamat youtubenya dibawah ini !!!… https://youtu.be/duURIjaoWtg, Rabu, (30/04).

Disekolah, Septiani sapaan akrabnya saat diwawancara ia mengaku bakat yang dimilikinya itu sejak dibangku sekolah tingkat SMP oleh guru sejarah dan mulai tertarik memilih ekskul teater, di SMP Negeri 1 Cigombong. Ia menceritakan Cabang Lomba Monolog yang diikutinya judulnya kayon, menurutnya Monolog itu bercerita sendiri memerankan beberapa tokoh yaitu tokoh pewayangan diantaranya Kang semedin, pakacar, sadagora dan sawitri.

“Saya harus memerankan beberapa tokoh berbeda-beda, berganti-ganti tokoh mulai dari gestur tubuh, suaranya, cara bicaranya pun juga beda, kayon itu sendiri memiliki makna tersendiri, sementara tertarik dengan pada teater ingin menyalurkan hoby,” ujar Ketua CS teater Smancigo.

Tak pelit ilmu, Kepada media dirinya berbagi ilmu bagaimana menghilangkan karakter asli dirinya itu hilang, hingga mampu menirukan karakter tokoh pewayangan dan karakter sosok orang lainnya.

“Intinya kita itu harus menghilangkan ke akuan atau karakter diri sendiri untuk bisa memahami karakter orang lain, kalau saya pribadi terus berlatih didepan cermin. Cermin jadi sahabat untuk belajar berkekspresi, walaupun oleh orang tua dan teman-teman sempat dikatain seperti orang gila, ka kamu ngapain sih ngomong sendiri, ketawa-ketawa sendiri,” tutur siswa bercita-cita menjadi guru seni.

Prestasi diraihnya tak terlepas dari prinsipnya yang kuat, dirinya memiliki pegangan yakni jangan pantang menyerah walau orang bilang apa lah itulah, harus tetap pada pandangan diri sendiri tetap satu yang dituju.

“Orang berkata apa, kita pengennya itu maju, berprestasi dan sukses fokus pada kepercayaan diri sendiri. Kalau ada yang membuat diri down ya hempaskan saja, tapi bukan berarti tidak menerima masukan dari orang lain, jika positif kita terima. Berharap nanti bisa mendapatkan beasiswa melalui bakat dan prestasi yang diraih, keinginan saya nanti setelah lulus dari sekolah ini ingin melanjutkan kuliah di Yogya di Institut Seni Indonesia (ISI) melalui jalur beasiswa agar kedua orangtua bangga,” pungkasnya.

Laporan : Fauzi

2,133 kali dilihat, 10 kali dilihat hari ini

Bagikan :
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × 1 =

Tren