Connect with us

Inovasi

Minimalisir Penggunaan Kertas, Smaga Lumajang Gelar PAS Berbasis CBT

“Sejak 2 tahun yang lalu kami menggunakan CBT dalam setiap ujian baik UH, UTS dan PAS, kami terus berupaya untuk menjadikan SMA Negeri 3 Lumajang sebagai sekolah berbasis IT, selain itu tujuan SMA Negeri 3 Lumajang menggunakan ujian berbasis CBT adalah untuk mengurangi penggunaan kertas serta melatih siswa-siswi agar terbiasa menggunakan IT sehingga ketika menghadapi UN mereka tidak bingung,”

340 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Bagikan :

Published

on

LUMAJANG, EKSKUL NEWS – Siswa-siswi SMA Negeri 3 Lumajang (Smaga) tengah melaksanakan Penilaian Akhir Semester (PAS) dengan metode Computer Basic Test (CBT).

PAS dilaksanakan mulai tanggal 26 November 2018 sampai dengan 5 Desember 2018. Ujian ini merupakan bentuk evaluasi dari hasil proses belajar mengajar selama satu semester.

Pelaksanaan Ujian PAS berbasis CBT di SMA Negeri 3 Lumajang sudah dilaksanakan 2 tahun yang lalu.

“Sejak 2 tahun yang lalu kami menggunakan CBT dalam setiap ujian baik UH, UTS dan PAS, kami terus berupaya untuk menjadikan SMA Negeri 3 Lumajang sebagai sekolah berbasis IT, selain itu tujuan SMA Negeri 3 Lumajang menggunakan ujian berbasis CBT adalah untuk mengurangi penggunaan kertas serta melatih siswa-siswi agar terbiasa menggunakan IT sehingga ketika menghadapi UN mereka tidak bingung,” terang Noor Junianto, S.Pd., M.M, wakil kepala sekolah bagian kurikulum, Jum’at (30/11).

Sementara itu Fanda Meilasa, S.Kom Guru TIK yang juga tim IT kurikulum menjelaskan bahwa diawal penerapan CBT sering mengalami sedikit kendala, permasalahannya kompleks mulai dari sarana dalam hal ini laptop siswa yang multi performa sehingga ada yang komplit compatible maupun yang tidak, kemudian kesiapan SDM nya yaitu siswa khususnya kelas X yang baru pertama kali melaksanakan CBT sering terjadi human error sehingga memperlambat proses analisa atau scan.

“Sementara untuk meminimalisir kemungkinan adanya praktik kecurangan oleh siswa dengan cara menyimpan materi dalam laptop, kami harus melakukan pengawasan yang lebih intensif maka panitia melakukan pengaturan posisi meja yaitu dengan posisi membelakangi papan tulis atau meja guru,” ujar Fanda.

Siswi SMA Negeri 3 Lumajang, Yulia mengatakan sebagian besar siswa-siswi senang dengan ujian berbasis CBT, mereka semakin termotifasi untuk belajar dan melatih kejujuran.

“Saya lebih menyukai ujian dengan menggunakan CBT karena jika saya menggunakan paper atau kertas biasanya saya kurang termotivasi untuk belajar, jika menggunakan kertas saya masih bisa  mengandalkan teman, tetapi kalau CBT kita harus mengerjakan sendiri, karena soalnya masing-masing siswa berbeda atau diacak sehingga saya terdorong untuk belajar lebih giat.” Pungkasnya.

Laporan : Putri Dahlia Larasati

Editor : MHT

341 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Bagikan :
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × two =

Tren