Connect with us

Ekskul

Thariq Generasi Kaligrafer Handal

“Sesuai kemampuan yang dimiliki, saya menggunakan jenis penulisan kaligrafi dengan khot nasakh disertai hiasan mushaf sesuai kaidah. Alasan memilih khot tersebut dikarenakan umumnya Al Quran tulisannya khot nasakh, sementara khot yang telah dipelajarinya saat ini nasakh dan tsulus,”

248 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Bagikan :

Published

on

BOGOR, EKSKUL NEWS – Thariq Hambali kelahiran Bogor, 20 Januari 2004 merupakan anak pertama dari dua bersaudara, putra dari pasangan Jaenudin dan Lina. Ia merupakan salah satu siswa Kelas IX (sembilan) MTs Darul Ulum Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor yang aktif mengikuti kegiatan ekskul kaligrafi di sekolahnya.

Siapa sangka putra dari buruh bongkar muat barang itu memiliki bakat menjadi calon generasi kaligrafer handal, sedikitnya lima piala dan satu kalung medali sejak dibangku Madrasah Ibtidaiyah (MI) telah diraihnya, bahkan tiga tahun yang lalu ia pernah mewakili Kabupaten Bogor menjadi peserta Ajang Kompetensi Sains Madrasah (AKSIOMA) cabang lomba kaligrafi tingkat Provinsi Jawa Barat.

Dirinya kembali menjadi juara satu lomba kaligrafi pada ajang Pekan Muharram yang diselenggarakan SMAPI ONE 14th COMPETITION IN MUHARRAM 1440 Hijriyah tingkat SMP/MTs Se-Jabodetabek. Sabtu, (13/10).

Sedikitnya perlombaan diikuti sekitar 8 peserta. Thariq tak menyangka akan menjadi juara ke satu. Kepada Ekskulnews.com dirinya menceritakan ajang lomba tersebut peserta diberikan kesempatan memilih kertas yang telah disiapkan panitia lomba, pada kertas tersebut berisikan tulisan kalimat do’a dan hadits. Peserta diberikan kebebasan memilih khot (model/bentuk tulisan) sesuai kemampuannya.

“Sesuai kemampuan yang dimiliki, saya menggunakan jenis penulisan kaligrafi dengan khot nasakh disertai hiasan mushaf sesuai kaidah. Alasan memilih khot tersebut dikarenakan umumnya Al Quran tulisannya khot nasakh, sementara khot yang telah dipelajarinya saat ini nasakh dan tsulus,” tuturnya.

Kemampuan yang dimilikinya saat ini tak terlepas peran guru ekskul dan ketekunannya, dirinya merasa tertarik menekuninya sejak pertama kali ikut lomba menjadi juara.

“Pengalaman pertama ikut lomba menjadi juara hal itu menjadi motivasi untuk lebih giat berlatih dan mendalami. Kalau bukan saya siapa lagi yang akan meneruskannya, menjadi kaligrafer itu syi’ar dan dapat mengasah salah satu kemampuan seni menulis Al Qur’an. Menjadi peserta di MTQN menjadi suatu impian dimasa depan,” ungkapnya.

Kata Thariq agar terus menjadi juara harus memiliki prinsip, sikap optimis, percaya diri, tekun, dan disiplin mengikuti latihan. Bagi dirinya satu hal yang menjadi motivasi penting dalam hidupnya yakni berkeinginan melalui bakatnya itu menjadi siswa yang berprestasi dan menjadi kebanggaan kedua orang tua.

“Tanamkan dalam hati, saya adalah juara satunya. Bersyukur melalui prestasi ini setidaknya dapat membantu dan menjadikan orang tua bangga. Sebetulnya juara itu merupakan rejeki yang tak disangka-sangka hingga muncul perasaan bahagia yang tak bisa tergambarkan. Kunci kesuksesan dimasa depan yaitu melalui mensyukuri-Nya, karena bagi saya ini adalah anugerah dari Allah SWT,” tambahnya.

Diakhir pembicaraannya ia berharap seni kaligrafi menulis Al Quran ini lebih diminati oleh siswa-siswi disekolah ini khususnya.

“Sementara ini ada dua orang yang tertarik ekskul kaligrafi, saya dengan putri rachel novftry aulia, berharap siswa yang lainnya pun tertarik. Tidak ada yang tidak mungkin kalau ada keinginan dan terus berusaha dapat mencapai sesuatu yang tak terduga dan mewujudkan cita-cita.” pungkasnya.

Laporan : Fauzi
Editor : M.S

249 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Bagikan :
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 − 7 =

Tren