Connect with us

Prestasi

Bapak Dagang Gorengan, Anak Juara Satu Tingkat Asia-Eropa

“Pertama kali belajar dan mengenal Pencak Silat sejak kelas 5 SD yang diajarkan oleh Bah Juri, Bah Darman, dan Kang Hendra. Pada waktu itu latihannya setiap hari Minggu berangkat dari rumah ke tempat latihan di Cisarua dengan berjalan kaki kurang lebih 8 KM,”

384 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Bagikan :

Published

on

BOGOR, EKSKUL NEWS – Kata salut yang pantas diungkapkan kepada Bunyamin (16), salah satu warga Kampung Kuta RT 04/02 Desa Kuta Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor. Meskipun berasal dari keluarga sangat sederhana, tetapi ia memiliki segudang prestasi yang mungkin tidak didapat oleh rekan seusianya terutama soal seni beladiri Pencak Silat.

Bunyamin merupakan anak ke-empat dari enam bersaudara yang hidup penuh dengan kesederhanaan, sejak duduk di bangku Kelas 5 SD sudah mencintai beladiri. Setiap kali latihan Pencak Silat yang diadakan hari Minggu dilakukan dengan berjalan kaki hingga kurang lebih 8 KM dari rumahnya.

Berkat tekad, keinginan, dan kegigihannya yang kuat serta dukungan dari orang tua dan saudara-saudaranya, hingga usia remaja dan sekarang menjadi siswa kelas satu di SMA 1 Terbuka Megamendung, ia tunjukan dengan berbagai raihan prestasi.

“Pertama kali belajar dan mengenal Pencak Silat sejak kelas 5 SD yang diajarkan oleh Bah Juri, Bah Darman, dan Kang Hendra. Pada waktu itu latihannya setiap hari Minggu berangkat dari rumah ke tempat latihan di Cisarua dengan berjalan kaki kurang lebih 8 KM,” tuturnya sambil mengenang masa lalu.

Bunyamin tergabung dalam Perguruan Pencak Silat Panca Rasa Cisarua yang masih menginduk kepada Perguruan Cimande. Saat disinggung soal jurus yang sering dipakai, dirinya mengaku saat ini jurus-jurus silat itu sudah mulai berkembang pesat.

“Seiring waktu berjalan dan Pencak Silat mengalami perkembangan yang pesat karena sering dipertandingkan, dulu ikutnya ke tradisi seperti memakai alunan musik gendang dan akrobatik. Sementara untuk jalur prestasi masuknya tunggal baku, ganda beregu, dan tanding,” jelasnya.

Masih kata Bubun sapaan akrabnya, ia menambahkan Pencak Silat itu bagian dari warisan leluhur bangsa Indonesia yang senantiasa harus dijaga dan dilestarikan sebagai kearifan lokal budaya di Jawa Barat, bahkan mungkin sekarang ini sudah dikenal dan diakui hingga Go International.

“Alhamdulillah, bulan kemarin saya meraih juara 1 Asia-Eropa Paku Bumi Cup V Tingkat Remaja yang digelar di Sentul Bogor, mewakili sekolah, Desa Kuta dan Kecamatan Megamendung tentunya. Bahkan saya bersama Deni warga Pakancilan Atas sekarang juga dipanggil untuk mengikuti Kejurnas Pencak Silat mewakili Desa Kuta. Pernah juga dua kali ikut mewakili Kabupaten Bogor tingkat Jawa Barat tahun 2016 meraih juara 1 dan 2017 juara kedua untuk ganda putera usia remaja dalam Festival Pencak Silat Fadli Zon Cup.” pungkasnya.

Laporan : Taufik Hidayat

Editor : MHT

385 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Bagikan :
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × 4 =

Tren