Connect with us

Organisasi

Satpam SMAN 1 Gunung Putri Lecehkan Penilaian Akreditasi Pramuka

“Maaf bu saya sudah sampaikan ke dalam, tapi jawaban dari dalam kegiatan ini tidak perlu ada liputan karna tidak ada penyambutan yang spesial, hanya penilayan biasa,”

3,618 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Bagikan :

Published

on

BOGOR, EKSKULNEWS – Adanya penilayan akreditasi Pramuka oleh tim penilai dari Kwarcab Kabupaten Bogor di anggap tak spesial oleh Satpam SMAN 1 Gunung Putri.

Anggapan tersebut disampaikan kepada wartawan yang hendak meliput kegiatan Akreditasi Pramuka di SMAN 1 Gunung Putri. Selasa, (25/09/2018).

“Maaf bu saya sudah sampaikan ke dalam, tapi jawaban dari dalam kegiatan ini tidak perlu ada liputan karna tidak ada penyambutan yang spesial, hanya penilayan biasa,” Ujar satpam yang enggan menyebutkan namanya itu

Lebih lanjut dirinya (Satpam) mengatakan jika pihak sekolah tidak mengirim undangan apapun untuk meliput kegiatan penilaian akreditasi gugus depan.

“Maaf ibu dari mana? ada surat tugas tidak? atau ada undangan khusus? karna sekolah tidak ada kirim undangan untuk peliputan.” Katanya ketus.

Tak mau kalah, Wartawan yang hendak meliput itupun berkomunikasi dengan pihak lain (mantan staf sekolah.red) dan akhirnya dapat meliput kegiatan.

Terpisah, Humas SMAN 1 Gunung Putri melalui telpon seluler milik security membenarkan tidak ada penyambutan dalam penilayan akreditasi Pramuka.

“Maaf ibu penilayan hari ini tidak ada penyambutan yang spesial dari sekolah kami namun mohon maaf jika ada kekurangan dari kami karna memang kami tidak melakukan acara penyambutan seperti di tempat lain.” Jelasnya.

Redaksi Ekskul News sangat menyayangkan sikap arogan satpam tersebut dengan tidak mengijinkannya wartawan yang sudah diberikan tugas untuk melaksanakan tanggungjwabnya sebagai jurnalis, sementara dalam peraturan undang-undang nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, dijelaskan bahwa sekolah wajib melaksanakan kegiatan Ekstrakurikuler kepramukaan.

Terlebih dengan semangat melalui pramuka siswa didik diharapkan memiliki jiwa dan akhlq yang berkarakter.

Dalam undang-undang nomor 40 tahun 1999 disebutkan bahwa barang siapa yang menghalang-halangi tugas wartawan dalam melaksanakan tugas peliputan dibkenakan dena dan pidana penjara selama dua tahun.

Perlakuan Satpam sangat bertentangan dengan Visi dan Misi SMA Negeri ini yakni “Terwujudnya peserta didik berakhlak mulia, mandiri, berprestasi, berbudaya serta berwawasan lingkungan yang berlandaskan iman dan taqwa”

Laporan : Saryani

Foto: EPS

 

3,619 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Bagikan :
Continue Reading
Advertisement
1 Comment

1 Comment

  1. Dicky

    28 Februari 2019 at 9:26 pm

    Maaf kak saya rasa artikel ini terlalu berlebihan. Mungkin satpam itu hanya mengemban tugasnya.

    Mohon rangkaian katanya tidak dilebih lebihkan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 + 16 =

Tren