Connect with us

Inovasi

PKBM Tut Wuri Handayani Layani Warga Putus Sekolah dengan Bijak

Pusat Kegiatan Belajar Mandiri (PKBM) Tut Wuri Handayani adalah pusat kegiatan belajar bagi warga yang tidak mampu melanjutkan sekolah ke jenjang SMP dan SMA. Warga yang akan mengikuti kegiatan tersebut akan disesuaikan dengan kelulusannya pada saat mengikuti sekolah formal.

497 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Bagikan :

Published

on

EKSKUL NEWS – Pusat Kegiatan Belajar Mandiri (PKBM) Tut Wuri Handayani adalah pusat kegiatan belajar bagi warga yang tidak mampu melanjutkan sekolah ke jenjang SMP dan SMA. Warga yang akan mengikuti kegiatan tersebut akan disesuaikan dengan kelulusannya pada saat mengikuti sekolah formal.

Sementara itu, bagi warga yang lulusannya hanya di bangku Sekolah Dasar (SD), maka ia melanjutkannya melalui paket B dan ijazahnya setara dengan SMP. Kemudian bagi warga yang hanya lulusan SMP maka nanti melanjutkannya melalui paket C ijazahnya setara dengan SMA.

Dalam mengikuti Ujian Nasional (UN) nya pun nantinya di setarakan dengan pendidikan umum menjadi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), yang akan digelar sekitar bulan Mei atau Juni 2018.

PKBM Tut Wuri Handayani terletak di Desa Kalirejo, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, dengan status terakreditasi dan sudah memiliki gedung sendiri. Beberapa hari yang lalu, PKBM tersebut melaksanakan simulasi ujian nasional berbasis komputer paket B/C Tahun 2017/2018. Tempat penyelenggaraanya di ruang belajar mengajar selama 3 hari sejak hari Senin sampai Rabu (12 hingga 14 Maret 2018), dengan tujuan agar peserta dapat mengetahui suasana saat UNBK berlangsung, serta dapat mengenal memahami dan menggunakan komputer.

Yuliyanto selaku pengelola pada saat simulasi tersebut mengatakan, ada dua PKBM yang bergabung dalam melaksanakan simulasi diantaranya PKBM Ideal dan PKBM Tunas Jaya dengan total keseluruhan peserta sebanyak 225 orang.

“Kedua PKBM gabung menjadi satu dengan kita karena memiliki status akreditasi dan sudah memiliki gedung sendiri sementara ini mereka belum jadi mereka numpang sementara dengan kita, Untuk pelaksanaannya kita bagi menjadi 3 sesi secara bergantian,” terangnya.

Masih kata Yuliyanto, PKBM yang di kelolanya sejak 2006 dan ijin pengoperasiannya sejak 2015 atas amanah dari orang tuanya untuk mendirikan dan memajukan pendidikan bagi warga yang putus sekolah.

“Alhamdulillah sekarang sudah terbangun gedungnya, Apa yang di amanahkan orangtua saya sudah saya laksanakan, Saya merintis dari 2006 di bantu oleh istri saya dan pada tahun 2015 kita sudah ijin operasionalnya ke Dirjen Pendidikan Pusat,” ungkapnya.

Ditempat terpisah, Arman salah satu warga Desa Kalirejo yang menjadi peserta dan akan mengikuti ujian paket C mengungkapkan ke-ikut sertaan dirinya ke PKBM Tut Wuri Handayani karena pengelolanya yang ramah dan tidak menargetkan biaya.

“Saya salah satu peserta di PKBM ini dan banyak lagi rekan saya dari luar desa Kalirejo, Pengelolanya ramah dan juga tidak menargetkan masalah biaya buat ijazahnya.” pungkas Arman.

Laporan : SAFARUDIN/TAUFIK

498 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Bagikan :
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two + 16 =

Tren