Connect with us

Inovasi

12 SMK di Kabupaten Bogor Go International

Published

on

EKSKUL NEWS – Sejak diberlakukannya MEA sejak Januari 2016 dan adanya revitaisasi SMK oleh Presiden Republik Indonesia Jokowi, ada empat poin yang menjadi fokus revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang diamanatkan dalam Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2016. Keempat poin tersebut melingkupi revitalisasi kurikulum, pendidik dan tenaga kependidikan, kerja sama, dan lulusan.

Hal ini membuat SMK kembali mengeliat, yang tadinya tidak diminati menjadi sangat diminati. Hal ini yang di pandang perlu oleh para kepala sekolah yang ada di Kabupaten Bogor.

Dimotori oleh SMK Negeri 1 Bojonggede, yang telah lebih dahulu melakukan penandatangan MOU ke Malaysia, sejak dua tahun silam, ditindak lanjuti diawali dengan melakukan studi banding, pengiriman guru dan pengiriman siswa dan pengiriman para lulusan.

Menurut Siti Khodijah Dewi Utari, yang akrab di panggil Dewi yang sekaligus sebagai koordinator teknis dan penghubung dengan pihak luar negeri bahwa kali ini keberangkatan melanjutkan kerjasama sebelumnya dengan tidak hanya di Malaysia saja tapi juga di Thailand dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, kali ini sekolah yang ikut dalam penandatangan MoU ada 12 sekolah, yaitu SMK Negeri 1 Bojonggede, SMK PGRI 2 Cibinong, SMK Wirabuana 1 Bojonggede, SMK Wiyata Mandala Bogor, SMK Taruna Terpadu 2 Bogor, SMK Muhamamdiyah  Parung,  SMK  Yapia  Parung,  SMK  Pelita  Ciampea,  SMK  Pelita Ciampea 2, SMK Putra Pelita, SMK Golden dan SMK Kesehatan Pelita,” Jelasnya

Masih kata Dewi, dalam kunjungan yang dilakukan pada tanggal 13-16 februari 2018 kemarin, tidak hanya berupa kunjungan studi banding ke universitas dan sekolah saja, akan tetapi juga di ikuti dengan penanda tangan MoU dengan seluruh SMK yang ikut serta.

Menurut Dadan Supriatno, Kepala SMK Negeri 1 Bojonggede bahwa ikut sertanya 12 sekolah ini bagian dari upaya yang dilakuan untuk  mengajak semua SMK yang ada di Kabupaten Bogor maju bersama dan go internasional, “sesuatu yang baik ada baiknya untuk mengajak serta sekolah lainnya,” ungkapnya

Sebagaimana pesan Kabid PSMK Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat, Dodin Rusmin Nuryadin bahwa tujuan keberangkatan 12 sekolah ini yaitu bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan  agar  SMK  di  Jawa  Barat  yang  mendunia,  “sebagaimana  harapan Pemerintah propinsi Jawa Barat dalam program`jabar ka hiji jabar nga hiji` hal ini tidak dapat diwujudkan oleh hanya satu orang atau satu lembaga saja, dengan melalui kebersamaan dalam mencapai tujuan bersama sehingga apa yang menjadi visi tersebut dapat direalisasikan. Beliau pun berharap hal ini terus di tindak anjuti dengan sebuah karya nyata.” Pungkas Dadan.

 

Laporan : YAS

 

4,093 kali dilihat, 9 kali dilihat hari ini

Bagikan :
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × five =

Tren