Connect with us

Life Style

Sanggar Tari Gentra Mekar Pelestari Seni Dan Budaya

Saya mendirikan sanggar ini murni modal sendiri karena melihat antusias anak – anak yang ingin berlatih seni, sementara saya belum memiliki bangunan, terpaksa saya berupaya semampu sendiri mendirikan bangunan dengan ukuran 4×6 untuk dijadikan tempat berlatih seni, dari mulai SD, SMP, hingga SMA

558 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Bagikan :

Published

on

EKSKUL NEWS – Sanggar Tari Gentra mekar yang berlokasi di Kampung Ranca Bungur Rt. 12/02 Desa Cijurey, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, melahirkan bibit berprestasi di bidang seni dan budaya, baik yang ikut festival tingkat Kabupaten, maupun provinsi.

“Saya sendiri melatih seni itu sudah dari tahun 1980, biasanya sering melatih di sekolah – sekolah yang ada di sukabumi dari mulai SD hingga SMK,” ungkap Udin Samsudin selaku pendiri sekaligus pemilik Sanggar Tari Gentra Mekar saat di temui Infodesaku dirumahnya,” Kamis (25/01/2018).

Selanjutnya kata Samsudin, sanggar tersebut didirikannya baru sekitar 1 tahun lamanya dengan menggunakan biaya sendiri, ukuran bangunan yang sederhana hanya 4×6, namun kata dia, meskipun bangunan sanggar tersebut relatif kecil tetapi muridnya cukup banyak.

“Saya mendirikan sanggar ini murni modal sendiri karena melihat antusias anak – anak yang ingin berlatih seni, sementara saya belum memiliki bangunan, terpaksa saya berupaya semampu sendiri mendirikan bangunan dengan ukuran 4×6 untuk dijadikan tempat berlatih seni, dari mulai SD, SMP, hingga SMA,” tuturnya.

Lebih lanjut kata dia, ada beberapa kegiatan seni budaya yang di ajarkan di Sanggar Tari Gentra Mekar tersebut diantaranya, Pencak Silat, Seni Tari Jaipong, Wayang Golek, bermain Kecapi, serta Upacara Adat.

“Ada beberapa jenis kesenian yang diajarkan di sanggar ini, dan kami juga sudah melahirkan generasi penerus yang memahami beberapa jenis kesenian, salah satunya Samsul Pradiksa anak usia 8 tahun yang duduk di bangku kelas III SD sudah mahir memainkan Gendang penca, Gendang jaipong, Gendang Pongdut dan wayang golek, dan anak tersebut sudah sering ikut dalam kegiatan festival seni dan budaya baik tingkat Kabupaten maupun Provinsi” terangnya

Dengan demikian kata Samsul, dirinya berharap kedepannya ada kepedulian dari pemerintah untuk memelihara keutuhan seni dan budaya yang sudah hampir punah, yaitu dengan mendorong memberikan bantuan kepada sanggar – sanggar yang membutuhkan.

“Saya berharap kepada Dinas terkait khususnya Pemerintah Kabupaten Sukabumi dapat memberikan bantuan kepada sanggar – sanggar yang membutuhkan, karena saya lihat di Sukabumi ini masih banyak sanggar yang belum memiliki sarana prasarana, seperti kekurangan peralatan kesenian, bangunan dan lain sebagainya,” pungkasnya mengakhiri.

Laporan : FA’IS

559 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Bagikan :
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × 2 =

Tren